FANDOM


Grand Chase adalah MMORPG free-to-play bergenre side-scrolling 2 dimensi yang dikembangkan oleh perusahaan Korea Selatan bernama KOG Studio.
Ceritanya fokus pada tiga anggota Grand Chase pertama kali, yaitu Elesis, Lire, dan Arme. Mereka melakukan perjalanan sambil mencari anggota baru.

Sejarah

Pada awalnya, Dewa Pencipta menciptakan dewa-dewa lain untuk mengurus penciptaan alam semesta. Karena alasan keseimbangan, ia juga menciptakan ras demon untuk penghancuran jika memang dibutuhkan. Karena energi magis para demon dianggap jahat, mereka ditempatkan di dimensi lain yang kini dikenal sebagai Elyos. Saat merasa dibutuhkan, mereka datang ke dimensi utama untuk menyebarkan kehancuran.

History Grand Chase

Akhirnya, sebagian dari ras demon menjadi Asmodian, yang menganggap diri mereka lebih kuat daripada demon lain dan membuat peradaban di Elyos.

Sementara itu di dimensi utama, para dewa menciptakan sebuah dunia yang baru. Empat dewi yang memimpin proses ini, yaitu Ernasis, dewi perang dan keberanian, Lisnar, dewi cinta dan semangat, Armenian, dewi kebijaksaaan dan keseimbangan, Agnesia, dewi kehidupan dan kesucian. Untuk menghormati pemimpin dari para dewa, Ernasis, dunia tersebut akhirnya dinamakan Aernas.

Dikala itu, Aernas dihuni oleh tiga ras: manusia, elf, dan dwarf. Keempat Dewi turun ke dunia untuk melihat ciptaan mereka dan terkesan dengan kreatifitas dan keberanian manusia, yang akhirnya dipilih untuk menemani mereka dalam proses evolusi mereka. Sementara Ernasis, Lisnar dan Armenian pergi ke Achemedia, Agnesia pergi ke timur dimana dia melawan kekuatan jahat yang besar dan mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan dunia.

Para manusia dari Achemedia menerima kedatangan ketiga dewi tersebut dan menjuluki mereka Three Goddesses as Creators (Tiga Dewi Pencipta). Mereka membantu menemukan Kingdom of Kounat, peradaban yang paling maju di Aernas dalam bidang sihir dan teknologi. Kounat menjadi rumah dari para Celestial, masyarakat yang diberkati oleh ketiga dewi dan teman dari kerajaan elf dan dwarf.

History Goddess

Dibawah perintah ketiga dewi, Achemedia menjadi wilayah yang diistimewakan oleh para dewa. Beberapa dari mereka jatuh cinta pada manusia dan dari cinta ini, lahirlah anak-anak yang istimewa. Anak-anak ini memiliki keterampilan diatas rata-rata dan mulai memimpin para Celestial. Dengan bantuan dari peradaban ini, para elf semakin memperkuat sihir mereka, sementara para dwarf menspesialisasikan diri dalam teknologi.

History Kounat

Dengan semakin majunya ketiga peradaban Achemedia, para dewa ahirnya puas dengan ciptaan mereka. Celestial paling kuat dijuluki King of Kounat, dan para dewa menciptakan dunia baru, Xenia dan meninggalkan ketiga dewi, Ernasis, Lisnar dan Armenian.

Sementara Aernas dan Kounat berkembang, Elyos justru berperang, dimana para ras demon menyerang para Asmodian yang kuat. Saat itulah dewa perang dari Asmodian, Duel Pone Zec Avenger menjadi gila saat perang dan membunuh semua petarung di kedua pihak dan hampir membunuh Oz Pone Max Reinhardt.

Dengan para Asmodian kini memerintah, akhirnya para demon mulai membangun kembali. Untuk menghindari perang baru di Elyos, Heitaros Cratsus, seorang pemimpin dari Asmodian merasa bahwa rasnya terancam oleh peradaban lain, akhirnya dia membawa prajuritnya untuk menghabisi peradaban lain diluar dunia mereka.

Berniat membawa pertarungan jauh dari Elyos, Heitaros fokus dalam menghancurkan dimensi lain. Dia memimpin pasukannya melalui portal dimensi dan pergi ke Aernas. Portal dimensi terbesar muncul di bagian timur Kounat, dan para demon bergerak ke bagian kota.

Walaupun tidak semua orang dari Elyos setuju dengan penyerangan ini, mereka tidak punya waktu untuk menghentikannya karena Heitaros bertindak sangat cepat. Peyerangan tersebut juga mengagetkan King of Kounat yang putus asa dan akhirnya meminta pertolongan dari Ernasis, Lisnar dan Armenian yang akhirnya memimpin pasukan untuk melawan demon dalam perang yang sangat dahsyat di Artione Field.

Jumlah korban terus bertambah setiap saat, hingga akhirnya senjata yang sangat kuat diciptakan oleh Kounat, Aernas Hammer, telah aktif. Senjata tersebut menggabungkan kekuatan sihir, teknologi, dan bahkan kekuatan dari para dewa. Sayangnya, senjata ini memerlukan kekuatan yang sangat banyak sehingga hanya dapat digunakan sekali.

Untungnya, sekali saja sudah cukup. Kekuatan Aernas Hammer sangat besar dan menghancurkan para pasukan demon. Heitaros terluka sangat parah dan melarikan diri kembali ke Elyos melalui portal. Tanpa pemimpin lagi, sisa dari para pasukan demon menyebar keseluruh benua.

Meskipun begitu, ketiga dewi kelelahan karena berperang. Sebelum akhirnya benar-benar kehabisan tenaga, mereka harus pergi dari Aernas dan kembali ke dimensinya sendiri untuk mengembalikan energi mereka. Mereka menutup semua portal yang menghubungkan antara Aernas dan Elyos sebelum akhirnya pergi.

Para demon yang tertinggal di Aernas mulai merusak makhluk lainnya, menciptakan bermacam-macam monster dan mengakhiri ketentraman di dunia. Namun akhirnya disadari bahwa para monster bukan satu-satunya ancaman. Seorang yang jahat muncul dari Kounat, yang tidak lain adalah orang dari dalam kerajaan, Baldinar.

History Baldinar

Tanpa ada yang mengetahui, Baldinar menemukan Klara Libri, sebuah buku yang menyimpan semua rahasia dunia, meliputi semua informasi tentang para dewa, Dewa Pencipta dan ras demon. Karena keinginannya menjadi Dewa Pencipta yang baru, Ashtaroth mengumpulkan semua kekuatan untuk mengendalikan kekuatan baik dan jahat.

Dia mulai mempelajari para demon yang terperangkap di Aernas dan mengumpulkan Demonic Essence (Inti Demon), sumber dari kekuatan kegelapan. Untuk sumber kekuatan baik, dia memilih menggunakan kekuatan dari para Dewi yang masih tersisa di Aernas Hammer. Mengikuti petunjuk dari buku tersebut, dia menggunakan semua kekuatan itu untuk menciptakan Soul Stone, sebuah kristal yang berisi kekuatan para dewa. Niatnya adalah untuk menggabungkan Aernas Hammer, Soul Stone dan Demonic Essence untuk menciptakan senjata terkuat dan menjadi Pencipta yang baru. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya tragedi Kounat.

Baldinar mencoba menggunakan Soul Stone untuk mengisi tenaga Aernas Hammer. Dia ingin menghancurkan semua yang menjadi penghalang di jalannya, mulai dari para Higlander lalu para dewa terkuat yang ikut dalam perang. Namun, satu-satunya yang dapat mengendalikan kekuatan Soul Stone adalah mereka yang berasal dari Kounat Royal Family (Keluarga Kerajaan Kounat), yang dapat mengendalikan "geas" dalam tubuh mereka yang diberikan oleh para dewa. Karena keburukan Baldinar, Aernas Hammer menjadi tak terkendali dan menyebabkan terjadinya ledakan dahsyat yang menghabiskan seluruh kerajaan.

History Kounat 2

Peradaban modern dari Celestial pun berakhir, kehancuran dari kerajaan tersebut juga menjadi legenda di masa depan. Kekuatan ledakan tersebut sangat kuat hingga mengenai sebagian dari kerajaan elf dan dwarf, membunuh kedua raja mereka. Karena salah paham, dwarf berpikir kalau ledakan tersebut adalah kekuatan sihir para elf untuk membunuh raja mereka, sementara para elf berpikir kalau para dwarf menciptakan mesin untuk menghancurkan mereka. Hal ini akhirnya menyebabkan kedua ras memasuki peperangan yang tiada henti di Achemedia.

Sekarang

Bertahun-tahun setelah kehancuran Kounat, meskipun ras demon telah pergi dari Kounat, kerusakaan yang ditinggalkan oleh mereka membuat para monster berkembang. Dengan mengambil keuntungan dari keadaan ini, Kaze'aze, Ratu Kegelapan, mengumpulkan pasukannya dan memulai perjalanannya untuk menguasai dunia.

History Serdin

Di sebuah daerah di Bermesiah, manusia hidup bedampingan dengan para elf yang tinggal di hutan dan pulau-pulau, jauh dari peradaban yang modern. Manusia dibagi menjadi dua kerajaan besar: Serdin, yang terkenal dengan sihirnya dan Kanavan, yang terkenal dengan pahlawan dan petarungnya yang hebat. Perdamaian saling terjalin antara orang-orang ini.

Bersama-sama, kedua kerajaan hidup dalam damai hingga tanah mereka diserang oleh Ratu Kegelapan. Kaze'aze berhasil menyerang kerajaan Kanavan dengan membunuh pembantu paling setia Ratu Kanavan lalu menyamar sebagai dirinya. Hasilnya, Kaze'aze berhasil membujuk Ratu Kanavan untuk melakukan Five-Year War (Perang Lima Tahun) melawan kerajaan Serdin. Seluruh Bermesiah hancur; banyak pahlawan yang mati saat perang, bahkan Ratu Serdin mengorbankan dirinya sendiri berharap agar perang berakhir.

History War

Kematian Ratu Serdin menyadarkan Ratu Kanavan yang saat itu dimanipulasi oleh Kaze'aze. Ratu Kanavan marah pada Kaze'aze dan berniat untuk mengeksekusinya. Kaze'aze berhasil kabur sebelum Ratu Kanavan dapat menghukumnya. Akhirnya sang Ratu mengutus para Kanavan Trackers untuk menghukum Kaze'aze, namun setelah bertahun-tahun mencari, Kaze'aze tidak dapat ditemukan dan para Kanavan Trackers pun ikut menghilang, memaksa Ratu Kanavan menghentikan pencariannya.

Kerajaan Serdin masih teringat kejadian mengerikan saat Five-Year War. Ratu Serdin yang baru berniat mencegah Kaze'aze untuk memanipulasi Kanavan dan Serdin untuk saling berperang lagi. Ratu Serdin telah menyiapkan segala hal untuk mencegah Kaze'aze melakukan niat jahatnya lagi dengan membuat tim bernama Grand Chase, kesatuan petarung yang akan membela Bermesiah.

Introduction GC

Anggota Grand Chase

Elesis adalah seorang ksatria dari Kanavan, pemimipin para Ruby Knights. Ayahnya, Elscud adalah anggota dari Kanavan Tracker utusan dari Ratu Kanavan. Elesis bergabung Grand Chase dengan harapan dapat menemukan ayahnya, dan mungkin membalas dendam atas nama Elscud.

Lire, seorang elf yang pergi bersembunyi dengan rekan-rekannya yaitu para Elven Crops dari Eryuell Island karena pengaruh Kaze'aze dan peperangan. Saat perang usai, para elf membuat sebuah persekutuan dengan manusia, dan menemukan orang yang menyebabkan terjadinya perang. Lire di pilih sebagai utusan para elf dari Eryuell.

Arme adalah magician periang dari Violet Mage, guild di Serdin. Ia memiliki rasa ingin tahu yang besar mengenai ilmu sihir, dan bahkan kekuatan Kaze'aze menarik baginya. Alasan Arme masuk ke Grand Chase adalah untuk bertemu dengan Kaze'aze dan mempelajari sihirnya.

Ryan adalah seorang elf dengan tujuan untuk melindungi dan mempertahankan alam. Ia pertama kali bertemu dengan Grand Chase di Elven Forest dengan wujud seekor serigala yang sedang melindungi hutan. Setelah mengalahkan Troll yang memulai kerusuhan di hutannya, Ryan bergabung dalam Grand Chase.

Ronan, seorang ksatria yang sangat setia pada Kanavan, pertama kali dikenalkan di Gorge of Oath. Ia meminta Grand Chase untuk membantunya di Gaikoz's Castle dan pergi. Setelah mengalahkan Gaikoz, Ronan berterimakasih pada Grand Chase dan menjadi anggota Grand Chase untuk mengalahkan Kaze'aze.

Jin, Fighter terakhir dari Silver Knights, diperkenalkan di Ruins of the Silver Knights, dimana ia membunuh seorang Undead Fighter. Black Fairy Fairy Queen lalu muncul dan berusaha untuk membunuh Jin. Jin lalu meminta bantuan Grand Chase untuk mengalihkan perhatian Black Fairy Queen agar ia bisa mengumpulkan tenaga chinya. Setelah perhatiannya dialihkan oleh Chase, Black Fairy Queen yang hampir dibunuh Jin dengan gerakannya melarikan diri. Jin lalu bergabung dengan Grand Chase dengan harapan untuk membalas dendam para rekan-rekannya yang telah mati.

Lass, adalah seorang Thief dari Silver Cross Thieves, dia adalah anak yang pernah dirasuki oleh Kaze'aze. Lass pertama kali diperkenalkan di Partusay Sea dimana ilusi dirinya menghancurkan perahu menuju Ellia dan mengancam Grand Chase. Di Kamiki's Castle, Lass yang masih dirasuki Kazeaze, mengejek para anggota Grand Chase sebelum meninggalkan mereka, hanya untuk datang kembali dan menghidupkan kembali Elena sebagai Kamiki. Di Kaze'aze's Castle, Grand Chase menghadapi Lass, tetapi tubuh yang dirasuki yang dimilikinya terkalahkan. Setelah Kaze'aze telah dibunuh, Lass bebas dari pengaruhnya. Sadar atas semua perbuatan buruk yang ia lakukan tanpa sepengetahuannya, ia bergabung dengan Grand Chase sebagai permintaan maaf atas apa yang ia lakukan.

Amy adalah seorang Oracle dan Dancer dari Xenia. Ia pertama kali muncul di Mysterious Lake dan sempat melihat Grand Chase, namun segera meninggalkan mereka. Amy lalu bertemu dengan Grand Chase lagi saat ia ingin melarikan diri di Temple of Circulation. Setelah menyelamatkan Samsara dari pengaruh jahat, Amy kembali dengan Orb of Cycles, dan bergabung dengan Grand Chase untuk menghentikan misi Ascendant God yang menimbulkan kekacauan.

Sieghart adalah pahlawan terkenal dari Bermesiah. 600 tahun yang lalu, ia bertempur di Kounat dan hampir terbunuh, tetapi ia dihidupkan kembali oleh para Highlanders. Baldinar telah memusnahkan semua dari Highlanders dan Kounat kecuali Sieghart dan Mari. 600 tahun kemudian, ia bertemu dengan Grand Chase di Outer Wall of Serdin dan tidak tahu kalau mereka adalah Grand Chase. Sieghart memberitahu mereka bahwa mereka akan bertemu lagi di Xenia. Sieghart kemudian muncul Ignis Mountain dan akhirnya bergabung dengan mereka.

Mari adalah seseorang dari kerajaan Kounat, dan bersama Sieghart, adalah satu-satunya yang selamat dari Kounat yang telah dimusnahkan oleh Baldinar. Namun, Mari tertidur setelah kejadian itu, dan dalam proses hibernasi itu, ia kehilangan semua ingatannya, sedikit demi sedikit ingatannya kembali. Saat Grand Chase melarikan diri di Kastulle Ruins Upper Floor, Mari bangun, namun tidak tahu siapa dia. Mari lalu muncul di Temple of Destruction, sedang menyingkirkan sebuah DK Mark-I untuk meneliti bagian tubuh mereka. Setelah Grand Chase menyingkirkan monster yang lain, Sieghart mengeluh kelelahan. Elesis berpikir itu aneh untuk seseorang yang abadi. Mari tidak percaya kalau Sieghart abadi, namun setelah mengetesnya, ia bergabung dengan Grand Chase untuk menyelidikinya lebih lanjut.

Dio adalah seorang Demon dari Elyos dan adalah ketua dari keluarga Burning Canyon, salah satu dari kelompok demon yang termuka. Ia ikut berjuang untuk membantu melindungi Kounat, dialah yang menaruh Sieghart di ambang-ambang kematian. Setelah perang usai, Dio terperangkap di Aernas.Dio bertemu Grand Chase di Relics of Kounat saat ia sedang mencoba untuk menghancurkan Dimensional Portal. Grand Chase ingin membantunya, namun Dio menolak, mengatakan mereka adalah manusia "tak berarti". Setelah pertempuran selesai, Dio berpikir para Chase mungkin memiliki kegunaan. Dio diajak untuk bergabung dengan Grand Chase, dan walau ia enggan, ia bergabung dengan Grand Chase untuk "kepentingan pribadinya" sendiri.

Zero adalah seorang Demon dari Elyos. Diciptakan oleh Oz Pone Max Reinhardt yang ingin seseorang untuk menggunakan "Grandark" karena "Grandark" tidak mau digunakan siapapun, termasuk Oz, yang akhirnya membuat Zero. Zero berkelana mencari sebuah kekuatan yang lebih kuat. Menurut legenda, seorang ksatria pengembara, dikenal dengan nama "Wanderer" menyeret pedangnya di tanah, meninggalkan jejak yang aneh. Grand Chase bertemu Zero Ignis Mountain. Zero lalu menyerang Grand Chase dengan Gran X, merasakan sesuatu, Zero pun pergi. Zero muncul lagi di Thunder Hammer, dimana ia bertemu dengan Duel dan Eclipse miliknya. Duel mengenalinya sebagai seorang Demon dan pergi. Zero mengatakan bahwa ia pernah bertemu dengan ksatria berambut merah dalam perjalanannya (Elscud) dan akhirnya meninggalkan mereka.

Ley, seorang demon dari Elyos keturunan dari keluarga Crimson River, salah satu kelompok demon yang membantu mempertahankan Kounat bersama Dio. Ayahnya, Peter von Crimson River, mengirim Ley ke Aernas untuk mencari Dio karena ia merasakan sesuatu yang tidak benar di keluarga Burning Canyon. Grand Chase bertemu Ley dan pelayannya Jeeves di Mysterious Lkae, ia bertanya apakah mereka pernah melihat Dio, namun mereka belum pernah melihatnya. Merasa kecewa, mereka pergi.

Lupus adalah seorang Demon dari Underworld, ia adalah saudara tiri Lass. Lupus adalah keturunan dari sebuah grup Bounty Hunter dikenal dengan nama Haros yang mengendalikan aliran alami para roh. Lupus telah menghabiskan banyak tahun di Aernas melaksanakan tugasnya sebagai seorang Bounty Hunter, namun saat ia ingin kembali pulang, ia merasakan energi api biru misterius dan menyelidikinya lebih lanjut.

Rin adalah seorang Deity dan adalah reinkarnasi dari Agnesia, dewi kehidupan dan kesucian. Agnesia menghadapi kejahatan dikenal dengan nama Malevolent Horde dan mengorbankan keabadiannya untuk menyegel Malevolent Horde didalam dirinya sendiri. Ia lalu dikutuk untuk terus menerus bangkit dari kematian agar segel itu tertutup rapat. Dalam wujud Rin, ia dibesarkan di sebuah desa bernama Gaon, dengan penduduk desa yang merawat ia dengan tulus. Namun, Gaon sempat dikepung dan Rin adalah satu-satunya orang yang selamat dari pengepungan itu. Kekuatan Malevolent Horde makin lama makin besar didalam dirinya, Rin lalu pergi untuk mencari bantuan dari Kounat.

Azin adalah seorang anak misterius dari Kanavan, dan seorang murid dari guru Jin bernama Azin. Setelah Victor mengkhianati Silver Knights, Azin terluka parah, namun ia bertemu dengan seorang anak lelaki yang mengobatinya. Merasa berhutang budi, Azin mengajarkan anak lelaki itu ilmu bela diri dan memberi tahu cerita tentang murid sebelumnya, Jin. Mereka berdua diserang oleh beberapa monster, dan Azin mengorbankan dirinya lagi untuk melindungi muridnya. Kali ini, lukanya terlalu parah, dan ia meninggal dua minggu kemudian. Anak laki-laki itu, mengambil nama gurunya, dengan impian untuk menjadi yang paling kuat, bahkan lebih kuat dari Jin. Nantinya, Azin bertemu dengan Grand Chase dan bertemu murid lama gurunya itu.

Lime adalah salah satu anggota dari Holy Knights yang tinggal di sebuah pulau bernama Holy Kingdom tak jauh dari Bermesiah. Orang-orang disana selalu menyembah para dewa-dewi dan diperintah oleh seorang paus. Pada suatu hari, kekuatan jahat dari seluruh benua berdatangan. Paus 'St. Constatino', yang mengetahui invasi dari kaum Elyos, menyatakan perang dan mengirim para Holy Knight. Lime bertemu Grand Chase di Mirage Desert secara tidak sengaja dan mengira kalau Elesis, Lire, dan Arme adalah dewinya.

Ad blocker interference detected!


Wikia is a free-to-use site that makes money from advertising. We have a modified experience for viewers using ad blockers

Wikia is not accessible if you’ve made further modifications. Remove the custom ad blocker rule(s) and the page will load as expected.